PENGANTAR
ILMU KOMUNIKASI
“Model
Model Komunikasi”

Nama:
Rimon Agustamas
NIM:
20160501049
Prodi:
Komunikasi (Paralel)
Dosen:
Fajarina
UNIVERSITAS
ESA UNGGUL
2016
·
KOMUNIKASI
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan,
ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi
dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah
pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya,
komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan,
menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala,
mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
·
MODEL-MODEL
KOMUNIKASI
Dari berbagai model
komunikasi yang sudah ada, di sini akan dibahas tiga model paling utama, serta
akan dibicarakan pendekatan yang mendasarinya dan bagaimana komunikasi
dikonseptualisasikan dalam perkembangannya.
·
Model
Komunikasi Linear
Model komunikasi ini
dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949
dalam buku The Mathematical of Communication. Mereka
mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi
radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan
bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel) Hasilnya
adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model).
Pendekatan ini terdiri atas beberapa elemen kunci: sumber (source),
pesan (message) dan penerima (receiver). Model linear berasumsi
bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima. Tentu
saja hal ini merupakan pandangan yang sangat sempit terhadap
partisipan-partisipan dalam proses komunikasi. Suatu konsep penting dalam model
ini adalah gangguan (noise), yakni setiap rangsangan tambahan dan tidak
dikehendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Gangguan
ini selalu ada dalam saluran bersama sebuah pesan yang diterima oleh penerima.
·
Model
Interaksional
Model interaksional
dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses
komunikasi dua arah di antara para komunikator. Dengan kata lain,
komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari
penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi
selalu berlangsung. Para peserta komunikasi menurut model interaksional
adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi
sosial, tepatnya melalui pengambilan peran orang lain. Patut dicatat bahwa
model ini menempatkan sumber dan penerima mempunyai kedudukan yang
sederajat. Satu elemen yang penting bagi model interkasional adalah umpan
balik (feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan.
·
Model Transaksional
Model komunikasi transaksional dikembangkan
oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi pengiriman dan
penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode
komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif:
pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas
komunikasi yang terjadi. Model transaksional berasumsi bahwa saat
kita terus-menerus mengirimkan dan menerima pesan, kita berurusan baik dengan
elemen verbal dan nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator)
melalukan proses negosiasi makna.
·
MODEL-MODEL
KOMUNIKASI: SUATU PERKENALAN
Komunikasi bersifat
dinamis, sebenarnya komunikasi telah dibuat oleh para pakar antara lain:
·
Model
S – R
Model stimulus –
respon (S – R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini depengaruhi oleh
disiplin psikologi, khususnya yang beraliran behavioristik. Model tersebut
menggambarkan stimulus – respons. Model ini menunjukan komunikasi sebagai aksi
reaksi yang sederhana. Bila seorang lelaki berkedip kepada seorang wanita, dan
wanita itu kemudian tersipu malu, itulah pola S – R.
Pola S – R dapat pula
berlangsung negatif, misalnya orang pertama menata kedua orang dengan tajam,
dan kedua orang itu balik menatap, atau menunduk malu, atau malah memberontak.
·
Model
Aristoteles
Model Aristoteles
adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga disebut model retoris.
Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada
khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Tepatnya, ia mengemukakan tiga
unsur dasar dalam proses komunikasi, yaitu pembicara (speaker), pesan
(message), dan pendengar (listener).
·
Model
Lasswell
Model komunikasi
Lasswell berupa ungkapa verbal, yakni:
* Who
* Says What
* In Which Channel
* To Whom
* With What Effect?
Model ini dikemukakan
oleh Harold Lasswell tahun 1948 yang menggambarkan proses komunikasi dan
fungsi-fungsi yang diembannya alam masyarakat. Lasswell mengemukakan tiga
fungsi komunikasi, yaitu: pengawasan lingkungan, korelasi berbagai bagian
terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan, transmisi warisan sosial
dari suatu generasi ke generasi lainnya. Lasswell mengaku bahwa tidak semua
komunikasi bersifat dua arah.
Model Lasswell sering
diterapkan dalam komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih
dari satu saluran dapat membawa pesan. Model Lasswell dikritik karena model itu
tampaknya mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan. Model
ini juga terlalu menyederhanakan masalah.
·
Model
Shannon dan Weaver
Model awal komunikasi
dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949. Model ini
sering disebut model matematis atau model teori informasi itu mungkin adalah
model yang pengaruhnya paling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya.
Model Shannon dan Weaver ini menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan
tingkat kecermatannya. Dengan kata lain, model Shannon dan Weaver mengasumsikan
bahwa sumber informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan dari
seperangkat pesan yang dimungkinkan. Pemancar (transmitter) mengubah pesan
menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Saluran (channel)
adalah medium yang mengirim sinyal (tanda) dari transmitter ke penerima
(receiver).
Model Shannon dan
Weaver dapat diterapkan kepada konteks-konteks komunikasi lainnya seperti
komunikasi antarpribadi, komunikasi publik, dan komunikasi massa.
·
Model
Schramm
Menurut Wilburg
Schramm, komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya tiga unsur: sumber
(source), pesan (message), dan sasaran (destination). Sumber boleh jadi seorang
individu atau suatu organisasi seperti surat kabar, stasiun televisi. Menurut
Schramm, setiap orang dalam proses komunikasi adalah sekaligus sebagai enkoder
dan dekoder. Kita secara konstan menyandi balik tanda-tanda dari lingkungan
kita, menafsirkan tanda-tanda tersebut.
·
Model
Newcomb
Theodore Newcomb
memandang komunikasi sebagai perspektif psikologi-sosial. Modelnya menyerupai
diagram jaringan kelompok yang dibuat oleh para psikolog sosial dan menyerupai
formulasi awal mengenai konsistensi kognitif. Dalam model komunikasi tersebut
sering juga disebut model ABX atau model simetri Newcomb menggambarkan bahwa
seseorang A, menyampaikan informasi terhadap seorang lainnya, B, mengenai
sesuatu, X, model tersebut mengasumsikan bahwa orientasi A kepada B dan
terhadap X saling bergantung dan ketiganya merupakan suatu sistem yang terdiri
dari empat orientasi.
1.
Orientasi A terhadap X, yang meliputi sikap tehadap X sebagai
objek yang harus didekati atau dihindari dan atribut kognitif (kepercayaan dan
tatanan kognitif)
2.
Orientasi A terhadap B, dalam pengertian yang sama
3.
Orientasi B terhadap X
4.
Orientasi B terhadap A
2.7.7.
Model Berlo
Model ini dikenal
dengan model SMCR (source, message, channel, receiver). Sumber (source) adalah
pihak yang menciptakan pesan baik seseorang maupun suatu kelompok.
Pesan (message) adalah
terjemahan gagasan kedalam kode simbolik seperti bahasa atau isyarat saluran
(channel) adalam medium yang membawa pesan dan penerima (receiver) dalam orang
yang menjadi sasaran komunikasi.
·
Model
DeFleur
Menggambarkan
komunikasi massa ketimbang komunikasi antar pribadi. Modelnya merupakan
perluasan dari model yang dikemukakan para ahli lain khususnya Shannon dan
Weaver dengan memasukan perangkan media massa (mass medium service) dan
peragkat umpan balik (feedback).
·
Model Tubbs
Menggambarkan komunikasi
yang paling mendasar yaitu komunikasi dua orang (diadik). Model komunikasi
Tubbs sesuai dengan konsep komunikasi sebagai transaksi yang mengasumsikan
kedua peserta sebagai pengirim sekaligus penerima pesan. Model Tubbs melukiskan
baik komunikator satu atau dua terus menerus memperoleh masukan yakni
rangsangan baik luar dalam maupun luar dirinya yang sudah berlalu baik yang
sudah berlangsung juga semua pengalaman fisik maupun sosial.
3.
FUNGSI DAN MANFAAT KOMUNIKASI
Gordon Wiseman dan
Larry Barker, mengemukakan bahwa model komunikasi mempunyain tiga fungsi:
1.
Melukiskan proses komunikasi,
2.
Menunjukkan hubungan visual,
3.
Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi.
Deutsch menyebutkan
bahwa model itu mempunyai empat fungsi:
1.
Mengorganisasikan (keniripan data dan hubungan) yang tadinya
tidak teramati
2.
Heuristic (menunjukkan fakta-fakta dan metode baru yang tidak
diketahui),
3.
Prediktif, memungkinkan peramalan dari sekedar tipe ya atau
tidak hingga kuantitatif yang berkenaan dengan kapan dan seberapa banyak,
4.
Pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi.
KESIMPULAN
Dari definisi-definisi
yang telah dipaparkan diatas, maka bisa disimpulkan bahwa model komunikasi
adalah suatu pola dari pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua
orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Selain itu, model
komunikasi mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.
untuk menggambarkan proses komunikasi
2.
menjelaskan alur komunikasi secara visual
3.
membantu dalam menemukan kemacetan komunikasi
·
SARAN
Semoga, dengan
mempelajari Pembahasan ini bisa menambah wawasan kita untuk lebih mengerti, memahami
Model-Model dan fungsi Komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar