Tugas
Individu Perspektif Metode Penelitian Komunikasi

Nama
: Rimon Agustamas
Npm
: 01-14-044
Mata
Kuliah : Metode Penelitian Sosial
Dosen
: Dr. H. Mudatsir, M.Si
Kelas
: Komunikasi 3 B
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masalah
Dalam melakukan penelitian tentu
harus mengetahui terlebih dahulu apa penelitian itu, apa yang akan diteliti,
cara untuk meneliti, sehingga akan menghasilkan sebuah data yang memang sudah
menjadi tujuan peneliti.Pada praktiknya, tentu tidak bisa terlepas dari
berkomunikasi. Oleh karena itu, cara apa pun yang dilakukan tentu menggunakan
komunikasi, baik itu komunikasi lisan maupun komunikasi tertulis.
Tujuan dari sebuah penelitian itu
sendiri haruslah meghasilkan manfaat, baik bagi pribadi yaitu bagi peneliti
sendiri dan yang terpenting adalah untuk orang lain. Karena tujuan itu adalah
untuk menimbulkan sebuah perubahan menuju kea rah yang lebih baik.Untuk
mendapatkan data atau hasil yang valid, maka diperlukan sebuah penelitian yang
di dalamnya memiliki aturan-aturan tertentu, terdapat porsi yang sesuai dan
terdapat banyak pilihan penelitian seperti apa yang akan dilakukan untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan dan tentunya memiliki manfaat.
1.2. Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksud metodologi penelitian komunikasi?
- Apa saja ruang lingkup penelitian komunikasi?
- Apa jenis-jenis penelitian komunikasi?
- Apa saja macam-macam data metodologi penelitian komunikasi?
- Seperti apa metode-metode penelitian komunikasi?
1.3. Tujuan Masalah
- Menjelaskan metodologi penelitian komunikasi
- Menjelaskan ruang lingkup penelitian komunikasi
- Menjelaskan jenis-jenis penelitian komunikasi
- Menjelaskan macam-macam data metodologi penelitian komunikasi
- Menjelaskan metode-metode penelitian komunikasi
BAB II
PEMBAHASAN
PERSPEKTIF METODE PENELITIAN
KOMUNIKASI
2.1. Pengertian Metode
Penelitian Komunikasi
Metode penelitian pada dasarnya merupakan
cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara
ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu :
Empiris, Teoretis, Kumulatif, dan Nonetis.
Empiris yaitu, berlandaskan pada pengamatan dan penalaran, bukan
pada wahyu gaib, dan hasil-hasilnya tidak spekulatif. Teoretis yaitu,
usaha untuk merangkum pengamatan-pengamatan yang rumit dalam dalil-dalil
abstrak yang secara logis berkaitan dan menerangkan hubungan sebab akibat dari
suatu persoalan. Kumulatif yaitu, teori-teori sosiologi dibangun diatas
satu sama lain, teori-teori baru mengoreksi, memperluas, dan menyempurnakan
teori-teori lama. Nonetis yaitu, para sosiolog tidak mempertanyakan
apakah tindakan-tindakan sosial tertentu baik atau buruk, mereka hanya
menerangkan tindakan-tindakan sosial itu.[1]
2.2. Ruang Lingkup
Penelitian Komunikasi
Jika berbicara mengenai ruang
lingkup penelitian komunikasi berarti membicarakan tentang objek penelitian.
Misalnya objek penelitian pendidikan adalah hal-hal apa saja yang berhubungan
dengan pendidikan, baik yang terjadi di sekolah, diluar sekolah, maupun kaitan
antara keduanya. Pendidikan yang dilakukan dalam keluarga, juga merupakan objek
penelitian yang menarik.
Penelitian yang berobjek
masalah-masalah persekolahan, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program
belajar mengajar agar tercapai prestasi belajar secara maksimal. Penelitian ini
dapat menyangkut kurikulum, siswa, guru, personal non-guru, pengelolaan, sarana
pendidikan, pembiayaan, lembaga-lembaga pendidikan, dan sebagainya. Tujuan yang
sama, yakni menaikan prestasi belajar, dapat juga dilakukan dengan meneliti
kaitan antara sekolah dan luar sekolah.
Bagi dunia industri perluasan pangsa
pasar merupakan objek yang sangat penting untuk diteliti. Sebagai contoh,
pabrik alumunium di Pittsburgh Amerika Serikat, meskipun sudah memiliki pasar
yang mantap selama berpuluh tahun, selalu berusaha mempertahankan pasar serta
terus menerus mengadakan penelitian untuk mencapai tempat yang bisa dijadikan
pasar tambahan.
2.3. Jenis-jenis
Penelitian Komunikasi
Jenis-jenis Penelitian Komunikasi :
- 1. Penelitian Historis
Tujuan dari penelitian historis
yaitu, untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif
dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memferifikasi, serta mensintesiskan
bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Sering
kali penelitian ini berkaitan dengan hipotesis tertentu. Contoh, studi mengenai
praktek “bawon” didaerah pedesaan di Jawa Tengah, yang bermaksud memahami
dasar-dasarnya diwaktu yang lampau serta relevansinya untuk waktu kini. Studi
ini dimaksudkan juga untuk menguji hipotesis bahwa nilai-nilai sosial tertentu
serta rasa solidaritas memainkan peranan penting dalam berbagai kegiatan
ekonomi pedesaan.
- 2. Penelitian Deskriptif
Yaitu, untuk menggambarkan secara
sistematis faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi
atau daerah tertentu.
- 3. Penelitian Perkembangan (developmental research)
Tujuannya adalah untuk menyelidiki
pola dan perurutan pertumbuhan dan atau perubahan sebagai fungsi waktu.
- 4. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan (case study and field research)
Tujuannya adalah untuk mempelajari
secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi
lingkungan sesuatu unit sosial.
- 5. Penelitian Korelasional (correlational research)
Tujuannya adalah untuk mendeteksi
sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi
pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan kepada koefisien korelasi.
- 6. Penelitian Kausal Komparatif (causal comparative reaserch)
Tujuannya adalah untuk menyelidiki
hubungan sebab akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang
ada mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.
- 7. Penelitian Eksperimental Sungguhan (true eksperimental research)
Tujuannya adalah untuk menyelidiki
kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu
atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan
memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak
dikenai kondisi perlakuan.
- 8. Penelitian Eksperimental Semu (quasi eksperimental research)
Tujuannya adalah memperoleh
informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan
eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk
mengontrol dan memanipulasikan semua variabel yang relevan
- 9. Penelitian Tindakan (action research)
Bertujuan mengembangkan
keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan
masalah dengan penerapan langsung didunia kerja atau dunia aktual yang lain.[2]
2.4. Macam-macam Data
Penelitian Komunikasi
- Data kuantitatif
Yaitu jenis data terhitung
(menggunakan angka) dengan hasil data berupa tafsiran.
- Data kualitatif
Yaitu, jenis data bukan hitungan
akan tetapi pernyataan-pernyataan atau kalimat-kalimat.
- Data gabungan
Yaitu jenis data gabungan antara
data kuantitatif dengan data kualitatif.
2.5. Metode-metode
Penelitian Komunikasi
- 1. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan
atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,
pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat bakat yang dimiliki oleh individu
atau kelompok. Dalam menggunakan metode tes, peneliti menggunakan instrument
berupa tes atau soal-soal tes. Soal tes terdiri dari banyak butir tes (item)
yang masing-masing mengukur satu jenis variable.
- 2. Angket atau kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan
tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti
laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Kuesioner dipakai
untuk menyebut metode maupun instrument. Jadi dalam menggunakan metode angket
atau kuesioner intrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner.
- 3. Interviu (interview)
Interviu yang sering juga disebut
dengan wawancara atau kuesiner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh
pewawancara (interviewer). Interviu digunakan oleh peneliti untuk menilai
keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variable latar belakang
murid, orangtua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap sesuatu.
Menginterviu bukanlah pekerjaan yang
mudah. Dalam hal ini pewawancara harus dapat menciptakan suasana santai tetapi
serius; artinya, bahwa interviu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tidak
main-main, tetapi tidak kaku. Suasana ini penting dijaga, agar responden mau
menjawab apa saja yang dikehendaki oleh pewawancara secara jujur. Oleh karena
sulitnya pekerjaan ini, maka sebelum melaksanakan interviu, pewawancara harus
dilatih terlebih dahulu. Dengan latihan maka pewawancara tahu bagaimana dia
harus memperkenalkan diri, bersikap, mengadakan langkah-langkah interviu, dan
sebagainya. Sebagai instrument interviu adalah interviu guide atau
pedoman wawancara.
- 4. Observasi
Observasi atau yang disebut pula
dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap Sesuatu objek
dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi, mengobservasi dapat dilakukan
melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap.
- 5. Skala bertingkat (Rating) atau rating scale
Rating atau skala bertingkat adalah
suatu ukuran subjektif yang dibuat berskala. Walaupun bertingkat ini
menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu
program atau orang. Instrument ini dapat dengan mudah memberikan gambaran
penampilan, terutama penampilan didalam orang menjalankan tugas, yang
menunjukan frekuensi munculnya sifat-sifat.
Didalam menyusun skala, yang perlu
diperhatikan adalah bagaimana menentukan variable skala. Apa yang ditanyaka
harus apa yang dapat diamati responden. Misalnya seorang guru ditanya tentang
jam kehadiran dan kepulangan kepala sekolah. Dia tidak akan dapat menjawab jika
ia sendiri suka datang siang dan pulang awal.
- 6. Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal kata dokumen
yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi,
penelitian menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah,
dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.[3]
BAB III
KESIMPULAN
Metode penelitian pada dasarnya
merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri
keilmuan yaitu : Empiris, Teoretis, Kumulatif, dan Nonetis.
Ruang lingkup komunikasi tergantung
peneliti ingin meneliti apa, bisa pendidikan, budaya, sosial, politik dan
sebagainya. Jenis penelitian komunikasi diantaranya penelitian historis,
penelitian deskriptif, penelitian perkembangan, penelitian kasus dan penelitian
lapangan, penelitian korelasional, penelitian kausal komparatif, penelitian
eksperimental sungguhan, penelitian eksperimental semu, dan penelitian
tindakan.
Macam-macam data terdiri dari data
kuantitatif, data kualitatif, dan gabungan. Metode yang digunakan untuk
penelitian diantaranya yaitu tes, kuesioner atau angket, interview, observasi,
dan dokumentasi.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Black, James. A dan Dean J. Champion.2009.
Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung : PT. Refika Aditama.
Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Metode
Penelitian Komunikasi, Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya.
Suryabrata, Sumadi. 2010. Metodologi
Penelitian. Jakarta : Rajawali Pers.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar