Jumat, 18 Desember 2015

TUGAS PAK MUDATSIR (Metode Penelitian Sosial)



Tugas Individu Perspektif Metode Penelitian Komunikasi







Nama : Rimon Agustamas
Npm : 01-14-044
Mata Kuliah : Metode Penelitian Sosial
Dosen : Dr. H. Mudatsir, M.Si
Kelas : Komunikasi 3 B


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang Masalah

Dalam melakukan penelitian tentu harus mengetahui terlebih dahulu apa penelitian itu, apa yang akan diteliti, cara untuk meneliti, sehingga akan menghasilkan sebuah data yang memang sudah menjadi tujuan peneliti.Pada praktiknya, tentu tidak bisa terlepas dari berkomunikasi. Oleh karena itu, cara apa pun yang dilakukan tentu menggunakan komunikasi, baik itu komunikasi lisan maupun komunikasi tertulis.
Tujuan dari sebuah penelitian itu sendiri haruslah meghasilkan manfaat, baik bagi pribadi yaitu bagi peneliti sendiri dan yang terpenting adalah untuk orang lain. Karena tujuan itu adalah untuk menimbulkan sebuah perubahan menuju kea rah yang lebih baik.Untuk mendapatkan data atau hasil yang valid, maka diperlukan sebuah penelitian yang di dalamnya memiliki aturan-aturan tertentu, terdapat porsi yang sesuai dan terdapat banyak pilihan penelitian seperti apa yang akan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan tentunya memiliki manfaat.



1.2.   Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud metodologi penelitian komunikasi?
  2. Apa saja ruang lingkup penelitian komunikasi?
  3. Apa jenis-jenis penelitian komunikasi?
  4. Apa saja macam-macam data metodologi penelitian komunikasi?
  5. Seperti apa metode-metode penelitian komunikasi?

1.3.   Tujuan Masalah
  1. Menjelaskan metodologi penelitian komunikasi
  2. Menjelaskan ruang lingkup penelitian komunikasi
  3. Menjelaskan jenis-jenis penelitian komunikasi
  4. Menjelaskan macam-macam data metodologi penelitian komunikasi
  5. Menjelaskan metode-metode penelitian komunikasi

BAB II
PEMBAHASAN
PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KOMUNIKASI
2.1.   Pengertian Metode Penelitian Komunikasi
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu : Empiris, Teoretis, Kumulatif, dan Nonetis.
Empiris yaitu, berlandaskan pada pengamatan dan penalaran, bukan pada wahyu gaib, dan hasil-hasilnya tidak spekulatif. Teoretis yaitu, usaha untuk merangkum pengamatan-pengamatan yang rumit dalam dalil-dalil abstrak yang secara logis berkaitan dan menerangkan hubungan sebab akibat dari suatu persoalan. Kumulatif yaitu, teori-teori sosiologi dibangun diatas satu sama lain, teori-teori baru mengoreksi, memperluas, dan menyempurnakan teori-teori lama. Nonetis yaitu, para sosiolog tidak mempertanyakan apakah tindakan-tindakan sosial tertentu baik atau buruk, mereka hanya menerangkan tindakan-tindakan sosial itu.[1]
2.2.   Ruang Lingkup Penelitian Komunikasi
Jika berbicara mengenai ruang lingkup penelitian komunikasi berarti membicarakan tentang objek penelitian. Misalnya objek penelitian pendidikan adalah hal-hal apa saja yang berhubungan dengan pendidikan, baik yang terjadi di sekolah, diluar sekolah, maupun kaitan antara keduanya. Pendidikan yang dilakukan dalam keluarga, juga merupakan objek penelitian yang menarik.
Penelitian yang berobjek masalah-masalah persekolahan, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program belajar mengajar agar tercapai prestasi belajar secara maksimal. Penelitian ini dapat menyangkut kurikulum, siswa, guru, personal non-guru, pengelolaan, sarana pendidikan, pembiayaan, lembaga-lembaga pendidikan, dan sebagainya. Tujuan yang sama, yakni menaikan prestasi belajar, dapat juga dilakukan dengan meneliti kaitan antara sekolah dan luar sekolah.
Bagi dunia industri perluasan pangsa pasar merupakan objek yang sangat penting untuk diteliti. Sebagai contoh, pabrik alumunium di Pittsburgh Amerika Serikat, meskipun sudah memiliki pasar yang mantap selama berpuluh tahun, selalu berusaha mempertahankan pasar serta terus menerus mengadakan penelitian untuk mencapai tempat yang bisa dijadikan pasar tambahan.




2.3.   Jenis-jenis Penelitian Komunikasi
Jenis-jenis Penelitian Komunikasi :


  1. 1. Penelitian Historis
Tujuan dari penelitian historis yaitu, untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memferifikasi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Sering kali penelitian ini berkaitan dengan hipotesis tertentu. Contoh, studi mengenai praktek “bawon” didaerah pedesaan di Jawa Tengah, yang bermaksud memahami dasar-dasarnya diwaktu yang lampau serta relevansinya untuk waktu kini. Studi ini dimaksudkan juga untuk menguji hipotesis bahwa nilai-nilai sosial tertentu serta rasa solidaritas memainkan peranan penting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan.

  1. 2. Penelitian Deskriptif
Yaitu, untuk menggambarkan secara sistematis faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.

  1. 3. Penelitian Perkembangan (developmental research)
Tujuannya adalah untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan dan atau perubahan sebagai fungsi waktu.

  1. 4. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan (case study and field research)
Tujuannya adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan sesuatu unit sosial.

  1. 5. Penelitian Korelasional (correlational research)
Tujuannya adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan kepada koefisien korelasi.

  1. 6. Penelitian Kausal Komparatif (causal comparative reaserch)
Tujuannya adalah untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.

  1. 7. Penelitian Eksperimental Sungguhan (true eksperimental research)

Tujuannya adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan.

  1. 8. Penelitian Eksperimental Semu (quasi eksperimental research)
Tujuannya adalah memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan memanipulasikan semua variabel yang relevan

  1. 9. Penelitian Tindakan (action research)
Bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung didunia kerja atau dunia aktual yang lain.[2]

2.4.   Macam-macam Data Penelitian Komunikasi
  • Data kuantitatif
Yaitu jenis data terhitung (menggunakan angka) dengan hasil data berupa tafsiran.
  • Data kualitatif
Yaitu, jenis data bukan hitungan akan tetapi pernyataan-pernyataan atau kalimat-kalimat.
  • Data gabungan
Yaitu jenis data gabungan antara data kuantitatif  dengan data kualitatif.


2.5.   Metode-metode Penelitian Komunikasi

  1. 1. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Dalam menggunakan metode tes, peneliti menggunakan instrument berupa tes atau soal-soal tes. Soal tes terdiri dari banyak butir tes (item) yang masing-masing mengukur satu jenis variable.

  1. 2. Angket atau kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Kuesioner dipakai untuk menyebut metode maupun instrument. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner intrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner.

  1. 3. Interviu (interview)
Interviu yang sering juga disebut dengan wawancara atau kuesiner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer). Interviu digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variable latar belakang murid, orangtua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap sesuatu.
Menginterviu bukanlah pekerjaan yang mudah. Dalam hal ini pewawancara harus dapat menciptakan suasana santai tetapi serius; artinya, bahwa interviu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tidak main-main, tetapi tidak kaku. Suasana ini penting dijaga, agar responden mau menjawab apa saja yang dikehendaki oleh pewawancara secara jujur. Oleh karena sulitnya pekerjaan ini, maka sebelum melaksanakan interviu, pewawancara harus dilatih terlebih dahulu. Dengan latihan maka pewawancara tahu bagaimana dia harus memperkenalkan diri, bersikap, mengadakan langkah-langkah interviu, dan sebagainya. Sebagai instrument interviu adalah interviu guide atau pedoman wawancara.

  1. 4. Observasi
Observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap Sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi, mengobservasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap.

  1. 5. Skala bertingkat (Rating) atau rating scale
Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subjektif yang dibuat berskala. Walaupun bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu program atau orang. Instrument ini dapat dengan mudah memberikan gambaran penampilan, terutama penampilan didalam orang menjalankan tugas, yang menunjukan frekuensi munculnya sifat-sifat.
Didalam menyusun skala, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menentukan variable skala. Apa yang ditanyaka harus apa yang dapat diamati responden. Misalnya seorang guru ditanya tentang jam kehadiran dan kepulangan kepala sekolah. Dia tidak akan dapat menjawab jika ia sendiri suka datang siang dan pulang awal.

  1. 6. Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.[3]






BAB III
KESIMPULAN
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu : Empiris, Teoretis, Kumulatif, dan Nonetis.
Ruang lingkup komunikasi tergantung peneliti ingin meneliti apa, bisa pendidikan, budaya, sosial, politik dan sebagainya. Jenis penelitian komunikasi diantaranya penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian perkembangan, penelitian kasus dan penelitian lapangan, penelitian korelasional, penelitian kausal komparatif, penelitian eksperimental sungguhan, penelitian eksperimental semu, dan penelitian tindakan.
Macam-macam data terdiri dari data kuantitatif, data kualitatif, dan gabungan. Metode yang digunakan untuk penelitian diantaranya yaitu tes, kuesioner atau angket, interview, observasi, dan dokumentasi.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Black, James. A dan Dean J. Champion.2009. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung : PT. Refika Aditama.
Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Metode Penelitian Komunikasi, Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Suryabrata, Sumadi. 2010. Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali Pers.

Jumat, 11 Desember 2015

Tugas 2 Artikel Teori Komunikasi



Nama: Rimon Agustamas
Npm:   01-14-044
Kelas: B Komunikasi Pagi Semester 3
 




 

Artikel
Tentang TEORI TINDAKAN KUMPULAN


Di dalam artikel teori kumpulan tindakan ini akan memberikan dan menyapaikan wawasan tentang perhatian pada bagaimana individu sebagai komunikator mengelola pesan yang hendak disampaikannya.
Teori kumpulan tindakan (action assembly theory) yang dikembangkan oleh John Greene membahas cara bagaimana kita mengelola pengetahuan di dalam pikiran dan menggunakannya untuk membuat pesan. Menurut teori ini,manusia membentuk pesannya dengan menggunakan apa yang disebut dengan "pengetahuan isi" (content knowledge) dan "pengetahuan prosedural" (procedural knowledge). Menurut Greene, orang mengetahui "mengenai" sesuatu yang merupakan pengetahuan isi, dan orang mengetahui bagaimana melakukan sesuatu yang merupakan pengetahuan prosedural. Dalam teori kumpulan tindakan,pengetahuan prosedural berada di tengah-tengah atau di pusat. Gambaran seperti bentuk prosedural ini, membayangan ingatan anda dipenuhi dengan "elemen ingatan" yang saling berhubungan. Setiap elemen ingatan disebut dengan node atau simpul yang saling berhubungan satu dengan lainnya, misal mirip situs web (web site) yang berhubungan dengan jaringan internet. pengetahuan produsural ini terdiri atas elemen yang berhubungan dengan prilaku,konsekuensi dan situasi. Misal nya
"Halo Apa Kabar" dan orang lain menyapa , "Baik apa kabar? dalam peristiwa ini menyimpan ingatan sebagai peringatan elemen ingatan yang saling berhubungan dimana terdapat hubungan antara situasi menyapa,senyuman,penggunaan kata-kata,dan penerimaan sapaan balasan. Pada waktunya, kelompok elemen ingatan yang paling sering digunakan menjadi semakin kuat dan membentuk ikatan sedemikian rupa sehingga elemen ingatan tertentu cenderung mengelompok menjadi apa yang disebut dengan "modul" yang oleh Greene dinamakan "catatan prosedural"(procedural records). contoh peristiwa sapaan tadi adalah contoh sederhana dar catatan prosedural.

Catatan prosedural dalah seperangkat hubungan antara elemen ingatan dalam suatu jaringan tindakan. sebagian hubungan antara elemen ingatan ini merupakan hubungan otomatis jika anda melakukan suatu perbuatan berulang-ulang sebagaimana orang yang mengangkat kaki dari gas dan menginjak kopling dengan kaki lainya ketika mengendarai mobil. Dari seluruh tindakan yang ada dalam ingatan maka anda harus memilih prosedur yang paling sesuai dengan situasi yang tengah dihadapi agar memperoleh hasil atau konsekuensi yang diinginkan dengan cara memilih suatu urutan tindakan (action sequence).
Prosedur yang terkumpul menjadi saling terikat dengan sangat kuat karena sangat sering digunakan sehingga orang menjadi bergantung kepada prosedur bersangkutan sebagai suatu tindakan yang sudah terprogram yang disebut dengan "kumpulan bersatu" (unitized assemblies) tindakan yang bersifat rutin ini tidak membutuhkan upaya besar untuk melakukannya.

Ketika anda memperkenalkan diri kepada seseorang maka pada dasarnya anda ingin bertemu dengan orang lain, semuanya dalam suatu rangkaian tindakan. Anda mengumpulkan segala prosedur yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, dan hasil nya adalah suatu representasi mental dari seperangkat tindakan yang telah  dikoordinasikan yang dinamakan "representasi keluaran" (output representasion) yaitu "rencana" yang tersimpan di pikiran anda mengenai apa yang akan anda lakukan dalam situasi yang tengah dihadapi.