Laporan Kunjungan MOL ( WAKTU LAYANAN PENJUALAN DAN MASA PRODUKSI UPT KASONGAN SENTRAL INDUSTRI GERABAH DAN PT. MADU BARU )
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Laporan kunjungan industri di DI Yogyakarta yaitu tepatnya di Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah dan PT. Madu Baru ini kami buat untuk kelancaran dalam proses belajar mengajar sebagai bahan penilaian tugas akhir semester 5 Manajemen Operasi Lanjutan (MOL).
Laporan ini kami buat berdasarkan pengamatan kami sendiri pada saat berkunjung di Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah dan PT. Madu Baru. Dalam pengamatan tersebut kami bisa melihat cara memproduksi, waktu pelayanan penjualan dan masa produksi Kerajinan Gerabah dan gula pasir, Alkohol, spiritus juga alat-alat dan mesin yang digunakan.
Diharapkan dari hasil laporan ini para pembaca dapat mengambil manfaat. Dan dapat digunakan untuk belajar terjun dimasyarakat dan di dunia kerja.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana masa produksinya?
2. Bagaimana waktu pelayanan penjualannya? Dan wilayah pemasarannya dimana saja?
C. Tujuan Kunjungan
Tujuan dibuatnya laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai laporan tugas akhir semester 5 mata kuliah Manajemen Operasi Lanjutan (MOL)
2. Sebagai laporan kunjungan untuk mata kuliah Manajemen Operasi Lanjutan (MOL) di Industri / Perusahaan di Bantul, Yogyakarta yaitu Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah dan PT. Madu Baru
3. Membekali para Mahasiswa / Mahasiswi akan gambaran pengalaman langsung proses produksi suatu industri
4. Meningkatkan profesionalisme para Mahasiswa / Mahasiswi di bidang pengetahuan / ilmu yang diperoleh dikampus dan ilmu yang terapkan diluar kampus di dunia kerja
5. Mahasiswa/Mahasiswi dapat membandingkan antara teori dan praktek lapangan
D. Manfaat Kunjungan
Laporan kunjungan industri bermanfaat untuk :
1. Meningkatkan wawasan kepada para pembaca tentang kunjungan di Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah dan PT. Madu Baru.
2. Dapat memberikan gambaran kepada para pembaca tentang cara membuat/cara memproduksi suatu barang.
E. Batasan Masalah
1. Kunjungan dilakukan di perusahaan Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah, Desa Kasongan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan PT. Madu Baru, Tromol Pos 49 Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55181 Telp : (0274) 377049, 377916 Fax : (0274) 373071.
2. Data yang diambil dalam kunjungan ini berupa produk Kerajinan Gerabah, Gula Pasir, Alkohol, dan Spiritus selama kurun waktu sehari.
F. Pelaksanaan
a. Kegiatan kunjungan industri di Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah di laksanakan Pada Tanggal 23 Desember 2013, Pukul : 09.00 WIB.
b. Kegiatan kunjungan industri di PT. Madu Baru di laksanakan Pada Tanggal 23 Desember 2013, Pukul : 13.00 WIB.
BAB II
DASAR TEORI
Menurut BILSON SIMAMORA, Jika barang merupakan suatu kata benda, maka layanan adalah suatu perbuatan
Menurut ANTONIUS ADITYA & ONNO PURBO, Layanan adalah sebuah produk yang memberikan solusi kepada pelanggan
Menurut MUCHTAR A.F, Layanan adalah suatu sikap yang dapat mengakibatkan rasa puas atau tidak puas yang dialami konsumen pada saat terjadinya proses tindakan
Menurut ISTINATO OEI, Layanan merupakan salah satu kunci kesuksesan di bisnis ritel
Menurut A.B. SUSANTO & HIMAWAN WIJANARKO, Layanan merupakan pengantar bagi aliran nilai tambah yang akan disampaikan kepada pelanggan, sampai nilai tambah itu dapat memenuhi kebutuhan atau harapan konsumen
Menurut EKO SUHARTANTO, Layanan merupakan visualisasi dan perwujudan dari peluang yang memungkinkan apa yang kita rasakan sebagai peluang bisa turut dinimati orang lain
Menurut HERMAWAN KERTAJAYA, Layanan adalah sesuatu yang tidak gampang karena tiap pelanggan emmiliki persepsi sendiri-sendiri mengenai nilai berdasarkan nilai-nilai (values) yang mereka anut serta kebutuhan mereka sendiri
Menurut WALUYO, SUWARDI, AGUNG FERYANTO, TRI HARYANTO, Layanan merupakan kegiatan yang dapat dijual kepada orang lain (konsumen) yang menggunakan atau menikmatinya
Menurut QOMARI ANWAR, Layanan merupakan hasil pengembangan dan proses produksi yang saling mendukung
B. Konsep Produksi
Pengertian produksi menurut Magfuri adalah mengubah barang agarmempunyai kegunaan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi produksi merupakan segala kegiatan untuk menciptakan atau menambah guna atas suatu benda yang ditunjukkan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran (Magfuri, 1987 : 72).
Menurut Ace Partadireja setiap proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dinamai proses produksi karena proses produksi mempunyai landasan teknis yang dalam teori ekonomi disebut fungsi produksi (Ace Partadireja, 1987 : 21).
Menurut Soedarsono yang dimaksud fungsi produksi itu adalah hubungan teknis yang menghubungkan faktor produksi dengan hasil produksi (Soedarsono, 1982 : 21)
BAB III
GAMBARAN UMUM
A. Sejarah Perkembangan
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata di wilayah kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Tempat ini tepatnya terletak di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, (~ S 7.846567° - E 110.344468°) sekitar 6 km dari Alun-alunUtara Yogyakarta ke arah Selatan.
Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.
Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun1980an.
Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi oleh Kasongan pada umumnya berupa guci dengan berbagai motif (burung merak, naga, bunga mawar dan banyak lainnya), pot berbagai ukuran (dari yang kecil hingga seukuran bahu orang dewasa), souvenir, pigura, hiasan dinding, perabotan seperti meja dan kursi, dll. Namun kemudian produknya berkembang bervariasi meliputi bunga tiruan dari daun pisang, perabotan dari bambu,topeng-topengan dan masih banyak yang lainnya. Hasil kerajinan tersebut berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara seperti Eropa danAmerika. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
2. PT. Madu Baru
PG-PS adalah satu diantara 17 pabrik yang didirikan oleh Belanda dan berdiri sampai saat ini karena yang lainnya telah dibumi hanguskan oleh Jepang. Pabrik ini satu-satunya yang memproduksi gula dan alkhohol/spirtus. Pabrik ini dibangun pada tahun 1955 oleh Sri Sultan Hamangku Buwono IX. Setelah kurang lebih 3 tahun berdiri baru dilaksanakan peresmian oleh Presiden RI Ir. Soekarno pada tanggal 29 Mei 1958
Dulunya pabrik ini hanya memproduksi gula, tapi mulai tahun 1959 hingga saat ini mengelola gula dan alkhohol/spirtus. Tanggal 14 juni 1955 memiliki nama P2G MADU BARU PT. saat itu yang memegang saham terbanyak dimilki Sri Sultan Hamengku Buwono IX yaitu 75%, sedangkan 25%nya milik pemerintah RI. Saat ini sudah dirubah kepemilikan saham menjadi 65% milk Sri Sultan Hamegku Buwono X, 35 % milik pemerintah (dikuasakan pada PT. RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA, sebuah BUMN).
Maksud dan tujuan didirikannya pabrik yaitu agar masyarakat Indonesia bisa menikmati hasil pertanian dalam negri tidak hanya produk-produk dari luar. Sehingga pabrik tetap dipertahankan meskipun dulu pernah ada pilihan yang mengakibatkan perusahaan dibawah pimpinan PT. RAJAWALI NUSANTARA .
a. VISI
PT. MADU BARU menjadi perusahaan agro industri yang unggul di Indonesia dengan petani sebagai mitra sejati.
b. MISI
1) Menghasilkan gula dan ethanol yang berkualiatas untuk memenuhi permintaan masyarakat industri di Indonesia
2) Menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi maju yang ramah lingkungan, dikelola secara profesional dan inovatif, memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan serta mengutamakan kemitraan dengan petani.
3) Mengembangkan produk/bisnis baru yang mendukung bisnis inti.
4) Menempatkan karyawan dan stake holders lainya sebagai bagian terpenting dalamproses penciptaan keunggulan perusahaan dan pencapaian share holder values.
c. Kemajuan-Kemajuan Yang Dicapai
1) Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Omset 2012 / 2013 sekitar 80 kontainer / bulan, rata – rata setiap kontainer bernilai Rp 50 juta sampai Rp 75 juta. Jika diambil besarannya sekitar Rp. 6 Miliar per bulan, tergantung kuantitas dan kualitas produknya. Omset yang didapat sebelum gempa rata – rata sekitar 60%, sedangkan sesudah gempa omset yang didapat meningkat rata – rata sekitar 300%.
2) PT. Madu Baru
a) PG MADU BARU
(1) Desain awal 1.500 ton tebu perhari (tt)
(2) Tahun 1976 ditingkatkan lagi menjadi 2500 tth
(3) Tahun 1992 ditingkatkan lagi menjadi 3000 tth
(4) Tahun 2000 – sekarang berhasil mencapai hingga 3500 tth
b) PS MADU BARU
(1) Tahun 1976 awal 15.000 liter alcohol per hari
(2) Tahun 2002 ditingkatkan menjadi 25000 liter per hari
B. Lokasi
Kunjungan industri Mahasiswa/Mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen UPN “VETERAN” YOGYAKARTA Tahun Akademik 2013/2014 di :
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
2. PT. Madu Baru
C. Struktur Organisasi
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
2. PT. Madu Baru
a. Komisaris Utama
1) GKR Pembayun
b. Komisaris
1) Drs. H. Sumargono Kusumohadiningrat
2) Ir. H. Bambang Sumardiko
c. Direktur
1) Ir. Rachmad Edi Cahyono, M.SI
d. General Manager
D. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
a. Data Primer, adalah data yang diperoleh dari wawancara langsung dengan pengusaha dan karyawan atau pegawai perusahaan PT. Madu Baru
b. Data Sekunder, adalah data yang diperoleh dengan cara mengutip data dan laporan yang ada di perusahaan. Data sekunder dari perusahaan yang diambil antara lain adalah :
1) Sejarah dan perkembangan perusahaan
2) Struktur Organisasi
3) Fasilitas
4) Kegiatan Produksi
2. Sumber Data
a. Perusahaan PT. Madu Baru
b. Internet
BAB III
ISI DAN PEMBAHASAN
A. Produksi
Proses Produksi
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Dalam pembuatan kerajinan gerabah ada beberapa proses yaitu :
a. Proses pembakaran dengan tungku ladang, tungku bata, dan tungku besi. Pada tungku ladang bahan bakarnya dari sampah dedaunan, tungku bata menggunakan kayu, sedangkan tungku besi menggunakan bahan bakar gas LPG. Panas dari LPG mencapai panas 1250 oC (untuk porselen).
b. Agar mengkilat harus dipanaskan lebih dari 1000 oC. Sedangkan ketiga tanah apabila dipanaskan lebih dari suhu tersebut akan lengket. Maka pemanasan ideal adalah pada suhu 700 oC.
c. Finishing kebanyakan menggunakan cat tembok sehingga menimbulkan seni. Biasanya pembuatan gerabah hingga proses pembakaran dilakukan oleh pengrajin, sedangkan finishing dilakukan oleh perusahaan gerabah yang ada di Kasongan. Jadi perusahaan membeli gerabah setengah jadi dari pengrajin.
Untuk proses produksi kebanyakan menunggu pesanan. Perajin tidak mau membuat barang yang tidak terjual atau pada akhirnya akan disimpan digudang.
Apabila terlanjur menyimpan barang di gudang, maka paling lama akan terjual selama 15 hari atau akan menjadi stok untuk beberapa waktu kedepan.
Barang yang sudah jadi tidak dapat didaur ulang kecuali yang rusak atau retak sedikit maka dapat ditempel menggunakan tungku besi.
Penolakan produksi biasanya bukan karena desain atau bentuk yang diinginkan konsumen, tetapi lebih pada harganya. Jadi sebelum melakukan produksi yang dibutuhkan, konsumen biasanya ada transaksi negoisasi harga. Semuanya ada perjanjian hitam diatas putih agar tidak ada komplain, kecuali apabila ada kesalahan pengrajin.
2. PT. Madu Baru
a. Pembuatan Gula
Pembuatan gula di PT. Madu Baru dari tanaman tebu. Proses pembuatan gula di mulai dari :
1) Cara penanaman tebu agar hasil yang didapat maksimal yaitu dengan cara ditidurkan sebab jika di lakukan penanaman tebu secara di tidurkan maka tebu yang dihasilkan sangat efisien sebab tebu akan tumbuh dari 2 ruas yaitu : Kiri dan Kanan. Waktu panen sekitar 12 bulan ( tapi tidak sampai 12 bulan sudah di panen ).
2) Sebelum di proses harus di timbang dan di tes kadar gulanya. Jika tebu di peras terdapat air tebu dan ampas.
3) Ampas air tebu di jadikan bahan bakar di stasiun beoler. Dari ampas tersebut terdapat 2 yaitu panas dan abu. Ampas dari air tebu tersebut bukan hanya bisa buat bahan bakar di stasiun beoler tetapi bisa juga untuk :
a) Bahan baku kertas
b) Bahan baku partikel bol
c) Bahan baku kampas rem
4) Dari stasiun beoler ke stasiun selanjutnya. Air belerang dan air kapur untuk mesin.
5) Selanjutnya ke stasiun penguapan. Dari stasiun penguapan yang di hasilkan air mira yang jernih dan bersih.
6) Stasiun masakan. Dari stasiun penguapan menuju stasiun masakan di proses dan di cek ada bakteri atau tidak untuk menjadi gula yang bersih terhindar dari bakteri.
7) Stasiun pengelolaan. Dari stasiun masakan menuju stasiun pengelolaan, disini dilakukan pelelangan untuk menjual Produk Gula PT. Madu Baru yang berupa Gula Bulk ( Karung 1 Kg ) dari hasil pelelangan baru distribusi yang akan menjualnya. Sedangkan Produk Gula PT. Madu Baru yang berupa Gula Retail ( Bungkusan Sedang ) mendistribusikan produk secara langsung tanpa melalui pelelangan.
b. Pembuatan Alkohol dan Spiritus
Proses Miras ( Alkohol dan Spiritus ) yaitu : Mulasis yang sudah tidak bisa diproses lagi jadi gula kemudian dikirim kepabrik alkohol. Bahan baku alkohol adalah mulasis. Alkohol digunakan untuk campuran bahan kosmetik dan alat-alat medis. Sedangkan spiritus digunakan untuk bahan bakar kompor. Cara pemasaranya menggunakan tangki dan drum-drum yang disegel. Bahan yang sudah tidak digunakan lagi (limbah) diolah dahulu sebelum dibuang kealiran sungai sehingga limbah tidak menyebabkan ikan mati.
Dalam pembuatan Alkohol dan Spiritus memiliki 3 tahap yaitu:
1) Masakan
Tetes diencerkan degnan air sampai kadar tertentu dan ditambah nutrisi untuk pertumbuhan ragi. Sebagai sumber nitrogen dipakai pupuk urea dan sebagai sumber phospor dipakai pupuk NPK, pH diatur sekitar 4,8 degnan H2SO4 agar terjadi kontaminasi dari bakteri lain.
2) Peragian
Dilaksanakan bertahap mulai isi3.101, 18.000 liter dan 75.000 liter, waktu peragian utama berkisar 40-50 jam dan kadar alcohol yang dicapai antara 9-10%.
3) Penyulingan
Adonan yang telah selesai diragikan, dipisahkan alcoholnya (disuling) dalampesawat penyulingan yang terdiri dari 4 kolom:
a) Kolom Maische
b) Kolom Reetifiser
c) Kolom Voorloop
d) Kolom Nochloop
B. Permodalan
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Koordinator Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kasongan, Suwarjo mengatakan kalangan perajin di sentra kerajinan gerabah dan keramik Desa Kasongan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mampu mengekspor berbagai macam kerajinan rata-rata sebanyak 80 kontainer per bulan. Menurutnya, jika dirupiahkan rata-rata tiap kontainer bernilai Rp50 juta sampai Rp75 juta. “Jika diambil besarannya sekitar Rp. 6 Miliar per bulan, tergantung kuantitas dan kualitas produknya. Omset sebelum gempa 60%, tetapi setelah gempa naik menjadi 300%.
2. PT. Madu Baru
Selain modal sendiri pabrik juga mendapat kredit dari Bank Pemerintah untuk oprasional dan investasi.
C. Sumber Dan Bentuk Bahan Baku
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Industri kerajinan gerabah hanya menggunakan bahan baku tanah liat. Tanahnya dari kulonprogo dan dari kasongan sendiri. Mampu mengekspor berbagai macam kerajinan rata-rata sebanyak 80 kontainer per bulan.
Menurutnya, jika dirupiahkan rata-rata tiap kontainer bernilai Rp50 juta sampai Rp75 juta. “Jika diambil besarannya sekitar Rp. 6 Miliar per bulan, tergantung kuantitas dan kualitas produknya. Omset sebelum gempa 60%, tetapi setelah gempa naik menjadi 300%. Rata-rata pengadaan bahan baku dan lainnya : 1 truk = Rp 400.000,00
Komposisi bahan perbandingannya adalah tanah Kasongan : tanah Godean/Bayan : pasir halus = 2:2:1. Pengambilan tanah tidak sampai menimbulkan resiko karena mereka kebanyakan memiliki lahan sendiri.
2. PT. Madu Baru
a. Gula
Perusahaan hanya menggunakan bahan baku tebu yang unggul dan dipilih degnan teliti agar hasilnya maksimal. Apa bila ada tebu yang rusak (misal terbakar kami tolak dan dikembalikan kepada pemiliknya). Dan kebun tebu itu dikelola sendiri oleh petani sekitar.Kapasitas produksi dulu 1.500 ton / hari, tetapi sekarang kapasitas produksi meningkat menjadi 3.000 – 3.500 / hari.
b. Alkohol dan Spiritus
PS. Madukismo menghasilkan spiritus dan alkohol dari bahan dasar tetes tebu yang merupakan hasil samping dari PG. Madukismo. Spiritus adalah alkohol teknis dengan kadar ± 94% yaq dimethylasi (ditambah racun methanol, minyak tanah, dan pewarna methylen blue). Spiritus adalah bahan bakar alternatif terbarukan, murah dan aman, serta tidak pernah habis sampai kapanpun. Alkohol yang diproduksi PS. Madukismo adalah alkohol murni dengan kadar minimal 95% yang biasanya digunakan dalam industri kosmetik dan industri farmasi.
Hasil samping dari proses pengolahan alkohol tersebut yaitu Minyak Fusel (amyl alcohol) yang biasa digunakan untuk bahan baku pembuatan essence (amilacetat). Kapasitas produksi rata – rata perhari 25.000 liter terdiri dari 22.000 liter Alkohol murni, 3.000 liter Spriritus atau total produksi pertahun sebanyak 8 juta liter.
D. Produk Yang Dihasilkan
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Industri kerajinan gerabah memiliki 170 macam bentuk terdiri dari :
a. Souvenir
b. Bambu
c. Bunga
d. Gucci Keramik
e. Kursi Keramik, dll
f. Beberapa pengrajin luar daerah yang menitipkan kerajinannya di Kasongan.
2. PT. Madu Baru
Produksi utama yang dihasilkan oleh PG MADU KISMO adalah gula pasir dengan kualitas SHS IA (Superior Head Sugar) / GKP (Gula Kristal Putih). Mutu produksi dipantau oleh P3GI Perusahaan ( Pusat Perkebunan Tebu Indonesia).
Disamping produksi gula, PG MADU KISMO juga memproduksi alkohol murni / spiritus, sumasi, pupuk madros, dan kompor, usaha ini dimulai tahun 1959.
Waktu yang diperlukan pabrik dalam masa produksi sekitas 5-6 bulan pertahun (24 jam perhari) terus menerus, antara bulan Mei - Oktober. Selain bulan tersebut digunakan untuk memelihara mesin pabrik (sevis, revisi, perbaikan, penggantian, dll).
B. Wilayah Pemasaran
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Pemasaran dilakukan di daerah Kasongan, beberapa di luar kota dalam negeri, beberapa mencapai pasar luar negeri. Pemasaran hingga tahun 2006 adalah ke Negara-negara Eropa dan Amerika. Berbagai kerajinan gerabah yang diekspor itu diantaranya guci yang dibalut dengan kerang dan kaca, patung dan kerajinan sebagai hiasan luar ruangan dengan berbagai model, hiasan dan motif kembangannya. “Ekspor ke Australia didominasi arca (patung), ke Amerika guci dengan motif antik, sedangkan ke Eropa rata-rata kerajinan dengan motif mencolok. Setiap membuat desain baru ditawarkan ada 3 koperasi :
a. Satya Bawana
b. Usaha Bersama 2008
c. Senin Kliwon
Pemasaran sebelum 2006 ke Eropa dan Australia. Tahun 2008 mencapai ke Amerika. Dan saat ini paling banyak di Eropa menginginkan warna yang cerah, sedangkan Amerika dengan warna yang terkesan antik dan lama (jaman dahulu).
Teknik promosi dan pemasaran melalui konsumen yang datang langsung, media elektronik dan media cetak.
2. PT. Madu Baru
Distribusi Gula, Alcohol dan Spirtus
a. Gula
Untuk tahun 1998 sampai dengan sekarang PG MADU KISMO dijual bebas, Gula milik MADU KISMO dijual sendiri oleh PG MADU KISMO. Dalam hal pemasaran pabrik juga mempunyai penyalur gula dan sistim lelang yang dikemas menjadi 1 kg ( Gula Bulk ), sedangkan yang dikemas dalam plastik berlogo ( Gula retail ) langsung di salurkan tanpa sistim Lelang.
b. Alkohol dan Spiritus
Alkohol dan spiritus pemasaranya diatur sendiri oleh perusahaan melalui distributor. Ada yang berasal dari Jakata, Tegal, Semarang, Solo, Surabaya, Yogyakarta.
C. Alat Dan Mesin Yang Digunakan
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Alat dan mesin yang digunakan untuk membuat kerajinan gerabah yaitu menggunakan alat tempel pilih (ciri khas), tempat cetak dari Gypsum dan tempat putar. Mesinnya dengan cara pembakaran melalui Bara (tungku) dan elpiji.
2. PT. Madu Baru
Alat dan mesin yang digunakan utuk membuat gula dan alkohol/spiritus sekarang menggunakan alat-alat yang modern tapi alat-alat yang dulu masih disimpan. Tebu yang sudah ditebang diangkut menggunakan truk tapi hanya 0% saja yang 20%nya diangkut menggunakan trolly.
D. Ketenaga Kerjaan
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Sentra kerajinan Kasongan memiliki 852 perajin yang tersebar dilima pedusunan dengan 200 perajin kualitas ekspor, termasuk lima perajin skala besar.
2. PT. Madu Baru
Karyawan yang dipekerjakan menurut pengupahannya dan Di PT. Madu Baru ada 4500 orang karyawan yaitu :
a. Karyawan Tetap : 442 orang
1) Karyawan pimpinan
2) Karyawan pelaksana
Fasilitas :
a) Seragam
b) Uang Pensiun
c) Gaji
d) Kesehatan
b. Karyaan Tidak Tetap : 4000 orang / tahun
1) Karyawan kerja waktu tertentu KKWT (hanya bekerja pada masa produksi)
2) Karyawan borong (hanya bekerja bila ada pekerjaan borong)
Fasilitas :
a) Gaji
b) Kesehatan ( Hanya karyawan yang bersangkutan)
Karyawan pimpnan dan karyawan pelaksana. Sistim pengupahanya diatur sendiri dalam UU No. 13 tahun 2003 (sesuai jabatan)
E. Distribusi
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Berbagai kerajinan gerabah yang diekspor itu diantaranya guci yang dibalut dengan kerang dan kaca, patung dan kerajinan sebagai hiasan luar ruangan dengan berbagai model, hiasan dan motif kembangannya. “Ekspor ke Australia didominasi arca (patung), ke Amerika guci dengan motif antik, sedangkan ke Eropa rata-rata kerajinan dengan motif mencolok.Kebanyakan barang yang diekspor adalah barang-barang besar dan dijual per biji walaupun ada beberapa barang yang dijual per set.
Peningkatan atau penurunan dari laba adalah tergantung dari pesanan konsumen. Pada tahun 2011 mengalami penurunan daripada tahun 2010. Laba maksimal mencapai 30%.
2. PT. Madu Baru
Barang-barang yang telah jadi akan dipasarkan kepada para pembeli. Biasanya para pembeli datang kepabrik untuk menawar barang dan apabila harga cocok barang akan dibawa oleh pembeli, tapi apa bila pembeli akan menitipkan barang digudang PG MADU KISMO juga diperbolehkan oleh pimpinan. Selain itu sasaran penjualan juga ditujukan ke Mall, Swalayan dan toko.
F. Marketing
1. Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah
Cara penjualan di lakukan melalui kerjasama dengan koperasi dan juga di ekspor ke Australia, America, dan Eropa.
2. PT. Madu Baru
Cara penjualan melalui sistim lelang dan apa bila ada penawar yang berani dengan harga tinggi maka barang diberikan, dan juga langsung datang kepabrik. PG-PS MADU KISMO.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kunjungan industri merupakan salah satu program study yang harus dilaksanakan oleh Mahasiswa / Mahasiswi dengan mata kuliah Manajemen Operasi Lanjutan, selain ditujukan untuk berwisata juga digunakan untuk belajar mengenai lingkungan pekerjaan disekitar kita. Karena kegiatan KUNJUNGAN INDUSTRI bertujuan membekali Mahasiswa / Mahasiswi akan gambaran pengalaman langsung proses produksi suatu industri. Meningkatkan profesionalisme Mahasiswa / Mahasiswi dibidang pengetahuan/ilmu yang diperoleh di kampus dan ilmu yang diterapkan diluar kampus didunia kerja, dan Mahasiswa / Mahasiswi dapat membandingkan antara teori dan praktek lapangan.
B. Saran
1. Untuk Kampus
a. Lebih kreatif dalam mencari perusahaan untuk kunjungan industri agar Mahasiswa / Mahasiswi dapat lebih banyak mengambil manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.
2. Untuk Perusahaan
a. Lebih fleksibel / terbuka dalam memberikan penjelasan mengenai kegiatan perusahaannya
b. Lebih komunikatif dan bisa berinteraktif kepada para peserta Studi Lapangan sehingga dapat terjadi hubungan timbal balik antara Manajer perusahaan dengan peserta Studi Lapangan.
DAFTAR PUSTAKA
Langsung datang berkunjung ke Perusahaan Kasongan Sentral Industri Kerajinan Gerabah dan PT. Baru.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kasongan